Khutbah Jumat Istiqlal: Hidup Damai di Tengah Masyarakat Kultural

Perdamaian memiliki peran sentral dalam menjaga kesejahteraan dan keberlanjutan kehidupan manusia di dunia ini.

Share :
Khutbah Jumat Istiqlal: Hidup Damai di Tengah Masyarakat Kultural
Khutbah

Oleh: Prof. Dr. Irfan Idris, M.A. (Direktur Perlindungan BNPT RI)

Damai dan berdamai istilah yang terkadang sebahagian orang lebih mudah mengucapkan tapi susah mengamalkan. Damai menjadi dambaan setiap manusia hamba Tuhan yang diciptakan sebagai makhluk paling sempurna di antara makhluk ciptaan Tuhan lainnya.

Namun yang banyak terjadi pada banyak belahan bumi pertikaian permusuhan kebencian bahkan peperangan disutradai oleh banyak manusia tanpa membedakan predikat sosialnya. Menyalahi tujuan utama penciptaan manusia sebagai makhluk yang berkewajian melaksanakan interaksi vertikal dan interaksi secara horizontal.

Damai di tengah masyarakat multikultural terwujud melalui:

Sikap toleransi, saling menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya;

1. Komunikasi dialogis yang inklusif. Keragaman dianggap sebagai kekayaan, bukan perpecahan;

2. Mengedepankan moderasi beragama dan;

3. Menghindari ekstremisme untuk menjaga keharmonisan.

Keragaman merupakan sunnatullah yang diciptakan oleh Allah swt. Di dalam kitab suci al Quran Allah swt menyebutkan kurang lebih 8 kali Allah menegaskan bahwa jika Allah berkehendak maka kita semua diciptakan 1 umat, namun demikian ini semua menjadi ujian bagi setiap manusia agar kiranya senantiasa berlomba di dalam kebaikan.

Manusia berkonflik bukan karena adanya perbedaan, namun kebanyakan manusia berkonflik hanya karena belum siap berbeda sementara Allah swt menciptakan kita bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kita saling kenal mengenal satu sama lain (QS. al Hujurat 13).

Empat kiat hidup damai di dalam masyarakat multikultural guna menghindari pertikaian percekcokan permusuha gesekan cacian dan kebencian serta segala bentuk kejahatan yang bertentangan dengan nilai nilai kedamaian.

Perdamaian memiliki peran sentral dalam menjaga kesejahteraan dan keberlanjutan kehidupan manusia di dunia ini. Dalam konteks global, perdamaian menjadi pondasi bagi pembangunan, kerja sama antarnegara, dan pengembangan manusia.

Tanpa perdamaian, konflik dan ketidakstabilan dapat merajalela, menghancurkan struktur sosial dan menghambat kemajuan. Oleh karena itu, memahami dan mempromosikan perdamaian menjadi tugas bersama untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan harmonis.

Islam sebagai agama rahmatan lil-alamin, atau rahmat bagi seluruh alam, menempatkan perdamaian sebagai nilai sentral dalam ajarannya. Kita sekalian harus berlomba menjadi sumber perdamaian bukansumber pertikaian, kita harus menjadi solusi dari permasalahan bukan menjadi sumber pertikaian. Rahmatan lil alamin rahmat bagi seluruh sekalian alam lawannya adalah laknat bagi seluruh alam. Bahkan Rasulullah saw mengajak seluruh manusia tidak terbatas kepada satu unat saja. Dari 'Abdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:

(( أَيُّهَا النَّاسُ : أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوا الجَنَّةَ بِسَلَامٍ ))

Artinya: "Wahai manusia, tebarkanlah salam, bagikanlah makanan, dan shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kalian pasti masuk surga dengan selamat." (HR. Tirmidzi).

Faedah Hadits:

1. Menyebarkan salam jadi tanda bahwa kedamaian itu terwujud sehingga satu sama lain mudah menyebarkan salam keselamatan.

2. Memberi makan ditambah dengan menyebarkan salam menunjukkan hilangnya rasa takut dan kefakiran, akhirnya hati sesama muslim akan semakin dekat, hubungan silaturahim akan makin kuat terjalin.

3. Kedamaian, hidup yang lapang, dan rasa tenang itulah yang membuat seseorang mudah menjalankan perintah Allah.

4. Buah dari amal saleh dan kalimat yang baik memudahkan seseorang masuk surga.

5. Syariat begitu semangat dalam mengajarkan jalan-jalan kebaikan yang mengantarkan kita ke surga.

Sering kali menekankan pentingnya hidup dalam kedamaian. Dalam Islam, perdamaian tidak hanya dianggap sebagai kondisi ketiadaan konflik, tetapi juga sebagai suatu keadaan yang melibatkan keadilan, kesetaraan, dan penghargaan terhadap hak asasi manusia.

Dalam menghadapi perbedaan, baik di dalam maupun di antara umat Islam, penting untuk mengedepankan sikap saling menghormati dan memahami. Islam mendorong umatnya untuk menjaga kerukunan dan mengatasi perselisihan melalui dialog yang konstruktif.

Sikap saling menghargai perbedaan dalam keyakinan, budaya, dan pandangan hidup menjadi kunci untuk mencegah terjadinya konflik yang dapat merusak perdamaian. Dengan membangun pemahaman yang mendalam tentang perbedaan dan mengambil langkah-langkah preventif, umat Islam dapat menjaga keutuhan dan kedamaian dalam masyarakat global.

Dalam al-Quran ditekankan kepada umat Islam untuk menjalankan peran sebagai ummatan wasathan (umat tengah) yang mengutamakan moderasi dalam segala aspek kehidupan. Perdamaian tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga merupakan tanggung jawab kolektif umat Islam untuk menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Islam mengajarkan pentingnya dialog, toleransi, dan penyelesaian konflik melalui jalan yang damai.

Islam melarang tindakan brutal, pembunuhan sembarangan, dan merusak lingkungan selama konflik. Prinsip-prinsip ini mencerminkan kepedulian Islam terhadap kemanusiaan dan menjauhkan umatnya dari tindakan kekerasan yang tidak beralasan. Islam menempatkan keadilan sebagai salah satu nilai utama. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

۞ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاۤءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ ۚ اِنْ يَّكُنْ غَنِيًّا اَوْ فَقِيْرًا فَاللّٰهُ اَوْلٰى بِهِمَاۗ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰٓى اَنْ تَعْدِلُوْا ۚ وَاِنْ تَلْوٗٓا اَوْ تُعْرِضُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan dan saksi karena Allah, walaupun kesaksian itu memberatkan dirimu sendiri, ibu bapakmu, atau kerabatmu. Jika dia (yang diberatkan dalam kesaksian) kaya atau miskin, Allah lebih layak tahu (kemaslahatan) keduanya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang (dari kebenaran). Jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau berpaling (enggan menjadi saksi), sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.

(QS. An-Nisā'  [4]:135)

Perintah untuk senantiasa mengedepankan perdamaian banyak tertulis di dalam Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam. Berikut ini disuguhkan 9 ayat yang mengingatkan dan memerintahkan umat Islam untuk mewujudkan perdamaian dan menjauhi perselisihan serta peperangan:

1. Surat Al Baqarah Ayat 224

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَجْعَلُوا اللّٰهَ عُرْضَةً لِّاَيْمَانِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْا وَتَتَّقُوْا وَتُصْلِحُوْا بَيْنَ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang dari berbuat baik, bertakwa, dan menciptakan kedamaian di antara manusia. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(QS. Al-Baqarah  [2]:224)

2. Surah Al-Baqarah Ayat 256

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ  قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada tagut79) dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(QS. Al-Baqarah  [2]:256)

3. Surah Ali Imran Ayat 103: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.

(QS. Āli ‘Imrān [3]:103)

4. Surah An-Nisaa Ayat 90: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِلَّا الَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ اِلٰى قَوْمٍۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَاقٌ اَوْ جَاۤءُوْكُمْ حَصِرَتْ صُدُوْرُهُمْ اَنْ يُّقَاتِلُوْكُمْ اَوْ يُقَاتِلُوْا قَوْمَهُمْ ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَاتَلُوْكُمْ ۚ فَاِنِ اعْتَزَلُوْكُمْ فَلَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ وَاَلْقَوْا اِلَيْكُمُ السَّلَمَ ۙ فَمَا جَعَلَ اللّٰهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيْلًا

Kecuali, orang-orang yang menjalin hubungan dengan suatu kaum yang antara kamu dan kaum itu ada perjanjian (damai, mereka jangan dibunuh atau jangan ditawan). (Demikian juga) orang-orang yang datang kepadamu, sedangkan hati mereka berat untuk memerangi kamu atau memerangi kaumnya. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia berikan kekuasaan kepada mereka untuk menghadapi kamu sehingga mereka memerangimu. Akan tetapi, jika mereka membiarkanmu (tidak mengganggumu), tidak memerangimu, dan menawarkan perdamaian kepadamu (menyerah), Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.

(QS. An-Nisā'  [4]:90)

5. Surah An-Nisaa Ayat 114: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

۞ لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

Tidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali (pada pembicaraan rahasia) orang yang menyuruh bersedekah, (berbuat) kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Siapa yang berbuat demikian karena mencari rida Allah kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar.

(QS. An-Nisā'  [4]:114)

6. Surah Al-Anfal Ayat 61: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

۞ وَاِنْ جَنَحُوْا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

(Akan tetapi,) jika mereka condong pada perdamaian, condonglah engkau (Nabi Muhammad) padanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya hanya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Al-Anfāl [8]:61

7. Surah Al-Hujurat Ayat 9: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَاِنْ طَاۤىِٕفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَاۚ فَاِنْۢ بَغَتْ اِحْدٰىهُمَا عَلَى الْاُخْرٰى فَقَاتِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْۤءَ اِلٰٓى اَمْرِ اللّٰهِ ۖفَاِنْ فَاۤءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْا ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

Jika ada dua golongan orang-orang mukmin bertikai, damaikanlah keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat aniaya terhadap (golongan) yang lain, perangilah (golongan) yang berbuat aniaya itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), damaikanlah keduanya dengan adil. Bersikaplah adil! Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersikap adil.

(QS. Al-Ḥujurāt [49]:9)

8. Surah Al-Hujurat Ayat 10: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.

(QS. Al-Ḥujurāt [49]:10)

9. Surah Al-Hujurat Ayat 13: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.

(QS. Al-Ḥujurāt [49]:13)

Tags :

Related Posts: