Sambut Idul Adha, Umat Islam Didorong Perbanyak Amalan Berkurban sebagai Wujud Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

Maka dirikanlah salat karena Tuhanmudan berkurbanlah.

Share :
Sambut Idul Adha, Umat Islam Didorong Perbanyak Amalan Berkurban sebagai Wujud Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
Artikel

Jakarta, 1 Mei 2025 — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia mulai bersiap menyambut salahsatu momen pentingdalam kalender hijriyah. Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, melainkan momentum spiritual untuk memperbanyak amalan ibadah, meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS, dan

mempererat rasa kepedulian terhadapsesama.

Salah satu amalan utamayang sangat dianjurkan adalah berkurban, yaitumenyembelih

hewan sepertikambing, sapi, atau unta pada tanggal 10, 11, 12, atau 13 Dzulhijjah. Ibadahini merupakan sunah muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan) bagi mereka yang memiliki

kemampuan secara finansial.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

)فَصَ '¸ل ¸لرَب'¸كَ وَانْحَ رْ(

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmudan berkurbanlah.”

(QS. Al-Kautsar: 2)

Perintah tersebut menegaskan pentingnya kurban sebagaiibadah yang tidak hanya bersifat

ritual, namun juga sosial. Dagingdari hewan kurbandibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat, sehingga terciptalah rasa kebersamaan dan solidaritas dalam masyarakat.

Selain menyembelih hewan kurban, terdapat sejumlah amalan lain yang sangat dianjurkan selamasepuluh hari pertamabulan Dzulhijjah, yang merupakan waktu-waktu istimewa dalam Islam. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah daripada hari-hariini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari)

Beberapa amalantersebut antara lain:

  1. Tidak memotong rambut dan kuku bagi yang berniat berkurban.

Hal ini berdasarkan haditsRasulullah SAW:

“Apabila kamu telah melihathilal Dzulhijjah dan salah satu di antarakalian ingin berkurban, maka janganlah dia memotong rambut dan kukunya sampai ia

menyembelihkurbannya.” (HR. Muslim)

Larangan ini bertujuan agar orang yang berkurban bisa lebih merasakankedekatan spiritual dengan ibadah haji, khususnya mereka yang tidak berkesempatan

menunaikannya.

2. Memperbanyak takbir, tahmid,tahlil, dan dzikirlainnya.

Takbir mulai dikumandangkan sejak malam pertama Dzulhijjah hingga hari-hari tasyrik (13 Dzulhijjah). Ini adalah syiar Islam yang harus dijaga dan disyiarkan, baik di rumah, masjid, maupun tempat umum. (DIKA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Tags :

Related Posts: