Majelis Muzakarah: Penegakan Hukum dalam Islam
Jangan hanya bicara soal hudud dan sanksi, tapi mengabaikan keadilan sosial. Sebab pada akhirnya, Islam bukan hanya soal aturan, tapi soal keadilan yang hidup dalam setiap aspek kehidupan.
Hukum Islam sering kali dibayangkan sebagai seperangkat aturan yang harus diterapkan secara tegas dan menyeluruh. Namun, dalam kenyataannya, penerapan hukum Islam tidak sesederhana yang tertulis di kitab fikih. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam salah satu podcast Majelis Mudzakarah Masjid Istiqlal, yang menghadirkan Prof. Dr. Mahfud MD, seorang tokoh yang tak hanya berkecimpung dalam dunia hukum, tapi juga memiliki kedalaman dalam memahami nilai-nilai Islam.
Dalam pembahasan itu, Prof. Mahfud menekankan bahwa hukum Islam sejatinya bukan hanya tentang teks dan hukuman, melainkan tentang nilai-nilai keadilan. Di atas fikih ada hukum, dan di atas hukum ada syariah sebagai nilai tertinggi. Artikel ini bertujuan untuk meringkas pembahasaan.
1. Hukum Islam Bukan Sekadar Fikih
Prof. Mahfud MD menjelaskan bahwa hukum Islam tidak bisa dipahami hanya sebatas fikih atau aturan-aturan teknis. Di atas fikih ada hukum, dan di atas hukum ada syariah, yang merupakan nilai-nilai dasar Islam seperti keadilan, kasih sayang, dan kemaslahatan. Fikih bisa berbeda-beda antar ulama dan tempat, tapi nilai syariah tetap.
2. Tujuan Hukum Islam adalah Keadilan
Yang terpenting dalam penerapan hukum Islam adalah menegakkan keadilan, bukan sekadar menjalankan hukum secara kaku. Suatu aturan bisa dijalankan, tapi kalau tidak menghadirkan rasa adil bagi masyarakat, maka semangat hukum Islam belum tercapai.
3. Penerapan Hukum Islam Tak Selalu Ideal
Banyak negara yang secara formal menerapkan hukum Islam, namun kenyataannya masih terjadi ketidakadilan, penindasan, bahkan korupsi. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan hukum bukan pada labelnya, tetapi pada kesungguhan aparat hukum dalam menegakkan nilai-nilainya.
4. Ketimpangan dalam Penegakan Hukum
Prof. Mahfud menyoroti kondisi di mana hukum sering kali tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Pencuri kecil dihukum berat, sementara koruptor besar bisa lolos. Ini menunjukkan lemahnya sistem hukum dan keberpihakan yang tidak adil.
5. Solusi: Reformasi Hukum dan Keberanian Politik
Menurut Prof. Mahfud, perbaikan sistem hukum butuh reformasi struktural dan keberanian politik. Diperlukan pemimpin yang berani membenahi sistem hukum dari dalam, dan bukan sekadar membuat aturan baru yang tak dijalankan.
6. Peran Anak Muda untuk Masa Depan
Di akhir podcast, Prof. Mahfud berpesan bahwa masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda. Mereka perlu melek hukum, berani menyuarakan kebenaran, dan tidak takut untuk memperjuangkan keadilan. Kesadaran akan nilai-nilai hukum Islam yang substansial perlu ditanamkan sejak dini.
Podcast ini secara tidak langsung menjadi ajakan: jangan hanya berhenti pada simbol-simbol syariah, tapi wujudkan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata. Jangan hanya bicara soal hudud dan sanksi, tapi mengabaikan keadilan sosial. Sebab pada akhirnya, Islam bukan hanya soal aturan, tapi soal keadilan yang hidup dalam setiap aspek kehidupan.
Saksikan selengkapnya di sini. (RIZKI/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Indonesia
Arabic

.png)

_(1).png)

_(1).jpg)


