Hawamisy Istiqlal: Kemukjizatan Alif Lam Mim dalam Linguistik Alquran

Alif L?m M?m bukan sekadar huruf tanpa makna, tetapi ia adalah "cahaya yang terpancar" (nurun yatajalla) yang membuktikan kehebatan struktur bahasa Al-Quran yang tidak dapat ditandingi oleh para pakar bahasa atau retoris.

Share :
Hawamisy Istiqlal: Kemukjizatan Alif Lam Mim dalam Linguistik Alquran
Artikel

Oleh: Dr. KH. Mahkamah Mahdin


Terdapat 29 surah dalam Al-Qur’an yang dimulai dengan huruf hijaiyah yang terputus (huruf muqatta’ah) salah satunya adalah surah Al-Baqarah yang berbunyi Alif Lām Mīm. Hal ini merupakan pembahasan kitab Isyaratul Ijaz karya Badiuzaman Said Nursi, khususnya mengenai mukjizat di sebalik huruf-huruf terputus. 

KH. Mahkamah menjelaskan istilah tansif atau dua pembagian huruf hijaiyah sekitar 28 atau 29 di Al- Qur’an. Oleh karena itu menggunakan 14 huruf sebagai pembuka surah. Hijaiyah yang diambil yang paling mudah diucapkan. Misalnya, pada sifat huruf mahmusah (bernafas ketika mengucapkannya) yang diambil 5 dari 10 huruf, yaitu Ha, Ha, Shad, Sin, dan Kaf. Sesungguhnya bukan tanpa alasan di Al-Qur’an menyebutkan di 29 surah, tetapi aturan Allah subhanahu wa ta’ala. 

Alif Lām Mīm merupakan salah satu kemukjizatan Al- Qur'an yang berfungsi sebagai tantang kepada pakar sastra Arab pada zaman itu. KH. Mahkamah memberikan perumpamaan bahwa jika kita menantang seorang penulis, akan kita beri kertas dan pena. Begitu pula dengan Allah SWT yang memberikan huruf Alif Lām Mīm kepada kaum kafir atau kepada ahli retorika. “Ambil huruf Alif Lām Mīm dan susunlah kemukjizatan seperti di Al-Qur’an,” tegas KH. Mahkamah. 

Rasulullah shallallahu alaihi wassalam merupakan seorang yang ummi, yaitu orang yang tidak bisa membaca dan menulis. Biasanya orang yang ummi menyebut bunyi huruf A, La, Ma, namun Rasulullah SAW mengeja nama huruf tersebut menjadi Alif Lām Mīm. Hal ini membuktikan bahwa kata-kata tersebut adalah wahyu dari Allah SWT yang diturunkan kepadanya, bukan hasil pemikirannya. 

Alif Lām Mīm bukan sekadar huruf tanpa makna, tetapi ia adalah "cahaya yang terpancar" (nurun yatajalla) yang membuktikan kehebatan struktur bahasa Al-Quran yang tidak dapat ditandingi oleh para pakar bahasa atau retoris.

(TANZA/ Humas dan Media Masjid Istiqlal) 


 

Tags :

Related Posts: